Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Yuda Filgantara, (NIM. 1011911010)
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery
Datestamp
2023-11-30 02:18:16
Abstract :
Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya bertani. Petani di Indonesia masih banyak menggunakan cara tradisional dalam pengolahan lahan pertanian seperti menggunakan cangkul. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat mesin penggembur tanah dengan kemiringan sudut mata bajak 90° dan mendapatkan hasil gemburan yang kurang maksimal. Faktor yang mempengaruhi yaitu sudut mata cangkulnya kurang besar, oleh karena itu dilakukan pembuatan mesin penggembur tanah menggunakan mata bajak bentuk cangkul dengan kemiringan sudut mata cangkulnya diperbesar menjadi 110°. Mesin penggembur tanah menggunakan 30 mata bajak bentuk cangkul dengan tinggi mata cangkul 10 cm, lebar 10 cm dan tebal mata cangkul 6 mm. Jenis tanah yang dapat dibajak oleh mesin penggembur tanah ini yaitu tanah yang sudah pernah diolah pada lahan pertanian. Pengujian dilakukan pada lahan seluas 28 m2. Pada percobaan pertama waktu yang dibutuhkan rata-rata 18,78 detik dengan rata-rata kedalaman bajakan 9,76 cm. Pada percobaan kedua waktu yang dibutuhkan rata-rata 16,91 detik dengan rata-rata kedalaman bajakan 9,30 cm. Pada percobaan ketiga waktu yang dibutuhkan rata-rata 19,24 detik dengan rata-rata kedalaman bajakan 11,26 cm. Hasil penggemburan tanah dengan produktivitas rata-rata 1,53 m2/detik dengan kedalaman rata-rata 10,10 cm. Maka dengan menggunakan mesin penggembur tanah dapat mempercepat waktu penggemburan dengan produktivitas mesin yaitu 5.508 m²/jam.