Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Vabelta, (NIM. 2011711041)
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2023-12-27 07:34:36
Abstract :
Akuaponik merupakan sistem yang saling menguntungkan bagi tanaman dan ikan. kangkung sangat mudah dibudidayakan serta memiliki umur panen yang relatif cepat karena tanaman kangkung merupakan jenis tanaman semusim yang berumur pendek, sehingga cocok dibudidayakan secara akuaponik. Kelemahan akuaponik adalah pada nutrisinya yang hanya mengandalkan limbah pakan dan feses ikan, untuk itu diuji cobakan penggunaan pupuk pelengkap cair. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah split plot RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 3 ulangan. Petak utama yaitu padat tebar (P) yang terdiri dari 3 taraf perakuan yaitu : P0 : 0 ekor, P1 : 20 ekor, P2 : 40 ekor. Anak petak yaitu konsentrasi pupuk daun (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : K0 : 0 g/l ,K1 : 2,5 g/l ,K2 : 5 g/l . Perlakuan pupuk daun 5 g/l memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung akuaponik. Perlakuan padat tebar lele 40 ekor memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung pada sistem akuaponik. Tidak terdapat interaksi antara konsentrasi pupuk daun dan padat tebar lele terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung pada sistem akuaponik.