Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Nurjannah, (NIM. 2031911012)
Subject
QK Botany
Datestamp
2024-05-17 02:03:52
Abstract :
Jerawat merupakan penyakit kulit yang dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah infeksi bakteri. Beberapa bakteri yang telah teridentifikasi menjadi penyebab jerawat adalah Cutibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Salah satu tumbuhan dengan kandungan senyawa fitokimia yang berpotensi dalam melawan bakteri penyebab jerawat adalah tumbuhan pelawan (Tristanipsis merguensis Griff.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pelawan (Tristanipsis merguensis Griff.) terhadap bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini menguji kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak, uji total fenolik, uji aktivitas antibakteri, uji konsentrasi hambat minimum dan bunuh minimum, dan uji kesetaraan aktivitas antibakteri dengan antibiotik klindamisin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan metabolit sekunder pada ekstrak terdiri dari flavonoid, tannin, saponin, dan steroid dengan kadar total fenolik pada ekstrak sebesar 37,0746 GAE (mg/g sampel). Pada uji antibakteri dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pelawan berpotensi sebagai kandidat antibakteri dalam menekan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Nilai KHM pada setiap bakteri uji berada pada konsentrasi ekstrak 1% dan nilai KBM pada setiap bakteri uji berada pada konsentrasi ekstrak 20%. Uji kesetaraan menyatakan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak masih lebih rendah dibandingkan antibiotik klindamisin.