Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Novela Adinda, (NIM. 1041811063)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2024-03-04 06:40:36
Abstract :
Salah satu metode yang digunakan untuk memperbaiki daya dukung tanah gambut yaitu dengan menggunakan geotextile. Tanah yang terletak di Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka tepatnya di bawah Jembatan Baturusa termasuk ke dalam jenis tanah gambut. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh penggunaan geotextile pada tanah gambut yang ditinjau dari nilai CBR. Jenis geotextile yang digunakan pada penelitian ini adalah non-woven geotextile. Non-woven geotextile memiliki bentuk lembaran tetapi tidak diproduksi dengan cara anyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bahan non-woven geotextile terhadap nilai CBR tanah gambut dan untuk menentukan nilai CBR tertinggi pada tanah gambut setelah ditambahkan non-woven geotextile. Pengujian sifat fisik tanah gambut berdasarkan klasifikasi USCS dan ASTM yaitu pengujian kadar air, analisis saringan, batas cair, batas plastis, berat jenis, kadar abu, kadar serat, kadar organik, pemadatan dan CBR. Jumlah sampel yang diuji CBR sebanyak 36 sampel dengan 3 variasi dalam 3 lapis yaitu variasi pertama non-woven geotextile diletakkan dilapisan pertama, variasi kedua non-woven geotextile diletakkan dilapisan kedua dan variasi ketiga non-woven geotextile diletakkan di lapisan pertama dan kedua. Hasil Pengujian menunjukan bahwa tanah ini masuk kelompok tanah organik, karena tanah yang lolos saringan No. 200 kurang dari 15%, yaitu 2,774%. Hasil pengujian sifat fisik tanah gambut antara lain, kadar air sebesar 133,222%, berat jenis sebesar 1,696, batas cair sebesar 70,125%, batas plastis sebesar 39,310%, indeks plastisitas sebesar 30,814%, kadar abu sebesar 50,03%, kadar serat sebesar 60%, kadar organik sebesar 45,71%. Hasil pengujian tanah gambut tanpa variasi memiliki nilai CBR 2,24% meningkat menjadi 2,90% pada lapisan pertama, 3,69% pada lapisan kedua dan 4,74% pada lapisan pertama dan kedua. Nilai CBR tertinggi pada variasi non-woven geotextile di lapisan pertama dan kedua, yaitu sebesar 4,74% dengan persentase kenaikan sebesar 111,76%.