Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Rizki Evitulistiono, (NIM. 2021811011)
Subject
L Education (General)
Datestamp
2024-02-21 07:04:43
Abstract :
Terumbu karang merupakan organisme yang hidup di dasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur yang cukup kuat menahan daya gelombang laut. Secara ekologis, terumbu karang merupakan tempat organisme hewan maupun tumbuhan mencari makan dan berlindung. Meskipun terumbu karang memiliki
manfaat yang tinggi bagi manusia, akan tetapi terumbu karang sangat rentan terhadap kerusakan, terutama oleh tekanan manusia. Pulau Panjang merupakan salah satu pulau-pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Bangka Tengah. Pulau ini
memiliki potensi ekosistem terumbu karang. Luasan terumbu karang Pulau Panjang menurut penelitian Adi et al (2021) memiliki luas sebesar 475 ha. Ekosistem terumbu karang di perairan ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal, mengingat besarnya potensi ancaman kerusakan terumbu karang yang mungkin terjadi karena aktivitas manusia seperti kegiatan pariwisata, jalur pelayaran, ataupun aktivitas pertambangan pertambangan. Tujuan penelitian ini
yaitu untuk menganalisis kondisi ekosistem terumbu karang di Perairan Pulau Panjang dan menganalisis rekomendasi pengelolaaan sumberdaya hayati perairan berkelanjutan di Perairan Pulau Panjang Kabupaten Bangka Tengah. metode UPT
(Underwater Photo Transect) dilakukan dengan pemotretan bawah air menggunakan kamera digital bawah air atau kamera digital biasa yang diberi pelindung (housing) untuk pemakaian bawah air sehingga tahan terhadap rembesan air laut. Hasil penelitian menunjukakan bahwa persentase tutupan
karang hidup di Perairan Pulau panjang dengan nilai antara 70,07-14,07% dikategorikan baik hingga buruk menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2001 tentang Baku Mutu Kerusakan terumbu Karang. Bentuk pertumbuhan terumbu karang yang ditemukan pada Perairan Pulau Panjang
sebanyak 14 jenis life form. Terdapat 17 genus Terumbu karang yang dijumpai pada Perairan Pulau Panjang. Rekomendasi Pengelolaan sumberdaya hayati perairan pada Pulau Panjang yaitu pengembangan wisata yang berkelanjutan.
Pengembangan wisata yang berbasis lingkungan dapat menjadi solusi untuk memanfaatkan terumbu karang secara lestari dan berkelanjutan dan peningkatan pengelolaan pesisir dan perikanan berbasis perlindungan KKL (Kawasan Konservasi Laut).