Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Budi Lumbantoruan, (NIM. 1011711023)
Subject
L Education (General)
Datestamp
2024-05-21 03:16:54
Abstract :
Indonesia memiliki kebun sawit yang sangat luas, sehingga pelepah sawit
dapat ditemukan dengan mudah dan belum banyak dimanfaatkan. Pada saaat ini
pengelolaan pelepah sawit masih belum efektif dan masih banyak dibiarkan begitu
saja. Terdapat berbagai mesin pengelolaan pelepah sawit yang berguna untuk
menghaluskan pelepah kelapa sawit, menjadi partikel yang lebih kecil dan halus
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Mesin yang sudah ada saat ini
dengan tipe piringan dengan 2 mata pisau. Salah satu komponen utama pada mesin
ini yang menjadi faktor penting dalam menentukan produksi saat mengolah pelepah
kelapa sawit yaitu jumlah mata pisau. Pada penelitian ini memvariasikan jumlah
mata pisau yaitu 2, 3, dan 4 mata pisau. Putaran pisau pencacah yang digunakan
adalah 1700-1800 rpm. Ukuran hasil cacahan yang dikehendaki maksimal 4 cm.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan kapasitas produksi untuk variasi
jumlah mata pisau 2, 3, dan 4 berturut-turut adalah 497,91 kg/jam, 524,42 kg/jam,
dan 715,34 kg/jam. Efesiensi produksi mesin untuk variasi jumlah mata pisau 2, 3,
dan 4 berturut-turut 77,7 %, 78,33%, dan 85,44%. Pisau pencacah dengan jumlah 4
memberikan kapasitas dan efisiensi produksi paling tinggi.