Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Andrian Pratama, (NIM. 2061911044)
Subject
SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Datestamp
2024-04-01 07:34:09
Abstract :
Kepiting bakau (scylla serrata) merupakan salah satu jenis krustasea yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. Satu inovasi adalah budidaya dengan sistem apartemen. Apartemen kepiting merupakan teknik budidaya dengan teknologi akuakultur vertikal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kepiting sehingga dapat meningkatkan tingkat kehidupan kepiting. Salah satu produk yang dihasilkan dalam budidaya kepiting bakau adalah kepiting soka (soft carapace). Besarnya kendala dalam proses moulting ini sehingga diperlukan inovasi dengan penambahan hormon yang berasal dari bahan alami untuk mempercepat proses moulting. Salah satu hormon yang dapat mempercepat proses moulting adalah hormon ecdysteron. ). Hormon ecdysteron merupakan salah satu hormon steroid yang paling utama yang digunakan sebagai hormon moulting. Hormon ini dapat ditemukan pada berbagai tanaman seperti tanaman bayam, murbei, asparagus, krokot, dan paku-pakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak akar bayam dalam mempercepat proses moulting pada kepiting bakau dengan sistem budidaya apartemen resirkulasi dan mengetahui pengaruh dosis terhadap lama waktu moulting. Waktu moulting tercepat terjadi pada perrlakuan 1 dengan dosis penyuntikan 150 ppm yaitu dengan nilai rata-rata 25,8 hari.perlakuan 2 berbeda dengan perlakuan 1 dan molting dengan nilai rata-rata 34,1 hari. Sedangkan pada perlakuan ke 3 mengalami moulting namun terdapan beberapa sampel tidak mengalami moulting pada 40 hari pemeliharaan dan moulting dengan nilai rata-rata 44,2 hari.