DETAIL DOCUMENT
Analisis formaldehyde pada pengolahan ikan asin beloso (saurida tumbil)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Ayu Lestari, (NIM. 2022011029)
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-05-20 01:20:06 
Abstract :
Ikan asin merupakan salah satu produk olahan ikan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Pengolahan ikan asin beloso biasanya dilakukan untuk meningkatkan harga jual karena ikan beloso jarang diminati dalam bentuk segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu ikan beloso sebagai bahan baku dalam pembuatan ikan asin dengan uji organoleptik ikan beloso segar, formalin (formaldehyde) kuantitatif ikan beloso segar dan formalin kuantitatif ikan asin beloso. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simple random sampling dan pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Pengujian dan Penerapan Mutu Hasil Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil pengujian organoleptik pada ikan beloso yaitu 7, hal ini menunjukkan bahwa mutu bahan baku ikan beloso baik karena memenuhi standar SNI 2729-2013. Pada pengujian formalin secara kuantitatif ikan segar ditemukan 15 sampel yang positif formalin dari 18 sampel. Kadar formalin pada ikan beloso berkisar 0 mg/kg sampai 29,84 mg/kg. Setelah melewati proses pengolahan ikan asin, kadar formalin pada ikan asin berkisar 0 mg/kg sampai 15,95 mg/kg. Pada ikan asin beloso penyimpanan 30 hari, kadar formalin yang terkandung berkisar 0 mg/kg sampai 7,98 mg/kg, sedangkan ikan asin beloso penyimpanan 60 hari tidak ditemukan lagi formalin dan mengalami penurunan mutu yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jamur. Berdasarkan pengamatan peneliti, ikan asin yang layak dikonsumsi yaitu pada penyimpanan 30 hari dengan konsentrasi garam 20-30%, karena berdasarkan data yang didapatkan ikan dengan pemberian kadar garam tersebut dapat menghilangkan kadar formalin dan kondisi ikan asin masih baik. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung