Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Dita Ristia, (NIM. 2031911006)
Subject
QK Botany
Datestamp
2024-05-20 01:28:47
Abstract :
Jerawat dapat terjadi akibat adanya penyumbatan saluran lemak sehingga mengakibatkan penumpukan lemak dan disertai peradangan (polysebaceous inflamasi) yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak, mengevaluasi total fenolik, aktivitas antibakteri, konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol 96% pucuk daun rukam (Flacourtia rukam Zoll. & Moritzi) terhadap bakteri penyebab jerawat, dan kesetaraan aktivitas antibakteri ekstrak dengan klindamisin. Identifikasi senyawa fitokimia ekstrak dan penentuan KHM dan KBM dilakukan dengan metode kualitatif, sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun rukam dilakukan dengan difusi kertas cakram dan One Wayy Annova serta uji DMRT (Duncan's Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan kandungan metabolit sekunder pada ekstrak terdiri dari alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin dengan total kandungan fenolik ekstrak sebesar 28,92 GAE (mg/g ekstrak). Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol pucuk daun rukam berpotensi sebagai alternatif pengobatan jerawat dengan hasil yang signifikan (?>0,05) dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Nilai KHM bakteri Propionibacterium acnes berada pada konsentrasi ekstrak 5%, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis berada pada konsentrasi 10%. Nilai KBM Propionibacterium acnes berada pada konsentrasi 40%, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis sebesar 60%. Uji kesetaraan ekstrak dengan klindamisin menyatakan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak etanol pucuk daun rukam masih lebih rendah dibandingkan antibiotik klindamisin.