Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Lestami Sintiasari, (NIM 1041811042)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2024-07-16 06:53:17
Abstract :
Potensi pengembangan kawasan pariwisata menyebabkan tarikan perjalanan ke tempat wisata menjadi meningkat. Hal ini menjadi dasar dilakukannya penelitian tarikan perjalanan di kawasan pariwisata di Kabupaten Bangka. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan menuju kawasan pariwisata dan memodelkan tarikan perjalanan di kawasan pariwisata Kabupaten Bangka. Pengumpulan data primer dilakukan dengan penyebaran data kuisioner secara langsung di 8 kecamatan yaitu Sungailiat, Merawang, Pemali, Belinyu, Bakam, Mendo Barat dan Riau Silip. Jumlah responden yang digunakan berjumlah 400 responden. Data sarana dan prasarana didapatkan dengan observasi langsung ke tempat wisata yang ada di Kabupaten Bangka. Metode analisis regresi yang digunakan yaitu metode enter dan metode stepwise. Faktor ? faktor tarikan dikelompokkan menjadi data primer yang terdiri dari variabel terikat (Y) berupa tarikan perjalanan menuju kawasan pariwisata dan variabel bebas (X) meliputi frekuensi bepergian (X1), moda transportasi (X2), jarak tempuh (X3), waktu tempuh (X4), biaya perjalanan (X5), fasilitas (X6) dan aksesibilitas (X7). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor ? faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan menuju kawasan pariwisata adalah frekuensi bepergian (X1), moda transportasi (X2), jarak tempuh (X3), waktu tempuh (X4), biaya perjalanan (X5), fasilitas (X6) dan aksesibilitas (X7). Model tarikan perjalanan di kawasan pariwisata di Kabupaten Bangka dengan metode Enter adalah Y = 0,804 + 0,025X1 + 0,071X2 + 0,024X3 ? 0,054X4 ? 0,004X5 + 0,042X6 ? 0,096X7 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,799. Model persamaan dengan metode stepwise diperoleh Y = 0,858 + 0,026X1 dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,750. Nilai koefisien korelasi (R) dari kedua persamaan adalah 0,866. Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat antar variabel.