DETAIL DOCUMENT
Pemanfaatan Hewan sebagai Obat Tradisional Masyarakat di Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Permisan - Studi Etnozoologi
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Miranty Esterida, (NIM. 2031711015)
Subject
QL Zoology 
Datestamp
2024-07-19 03:42:39 
Abstract :
Kearifan lokal obat tradisional perlu didokumentasi dengan baik untuk generasi mendatang dan bisa diteliti lebih lanjut untuk dikembangkan dan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Hewan obat didapatkan dari lingkungan sekitar dan digunakan masyarakat TWA Gunung Permisan untuk menjaga kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan mendata jenis-jenis hewan obat, bagian tubuh hewan, cara penggunaan dan pengolahan hewan obat, serta jenis penyakit yang bisa diobati. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan metode purposive sampling (battra) dan snowball sampling (responden). Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabulasi data. Hasil penelitian didapatkan 9 kelompok hewan yang terdiri dari 28 jenis hewan, 27 genus dan 27 famili. Jenis hewan obat paling banyak digunakan adalah ular sabak sebesar 22,2% dan kelompok hewan paling banyak digunakan adalah mamalia. Bagian seluruh tubuh yang paling banyak digunakan sebesar 34%. Cara penggunaan hewan obat paling banyak digunakan sebagai obat dalam sebanyak 68% dan cara pengolahannya yang paling banyak digunakan adalah dengan cara dimasak. Penyakit yang paling banyak disebutkan adalah penyakit kulit sebanyak 26,7%. Beberapa hewan merupakan hewan dilindungi berdasarkan CITES dan IUCN. Kearifan lokal mengenai pemanfaatan hewan sebagai obat masih digunakan oleh masyarakat TWA Gunung Permisan, namun diperkirakan mulai ditinggalkan karena masyarakat lebih nyaman menggunakan pengobatan modern. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung