Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Siska Anggraini, (NIM. 2072011010)
Subject
SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Datestamp
2024-09-23 01:22:01
Abstract :
ndonesia memiliki perairan yang cukup luas dan mempunyai sumber daya alam yang melimpah dengan diversitas terumbu karang tertinggi. Tingginya diversitas terumbu karang, membuat beberapa bidang bergantung pada daerah tersebut. Pesatnya kemajuan teknologi saat ini membuat banyak organisme laut yang memiliki senyawa metabolit digunakan sebagai bahan obat-obatan, yang berasal dari hewan, tumbuhan ataupun bakteri yang ada di laut, salah satunya adalah organisme gorgonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah organisme gorgonia dapat menjadi agen antimikroba terhadap bakteri penyebab penyakit kulit (Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus) dan perbedaan sensitifitas kedua bakteri tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 - Februari 2024. Sampel gorgonia yang digunakan diambil di perairan Pulau Ketawai dengan metode random sampling. Kemudian di analisis dan dilakukan uji antibakteri menggunakan metode disc diffusion Kirby-Bauer di Laboratorium Biologi Universitas Bangka Belitung. Setelah didapatkan hasil zona hambat dari uji antibakteri dilakukan interpretasi data dengan melihat kategori dari ketentuan David dan Stout 1971. Hasil penelitian didapatkan bahwa gorgonia jenis Plexauridae sp. dapat menjadi agen antibakteri dengan rata-rata zona hambat 6,80 mm untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa, 2,90 mm untuk bakteri Staphylococcus aureus. Sensitifitas yang didapatkan berbeda pada dua bakteri uji dengan nilai rata-rata zona hambat yang berbeda tetapi masuk dalam kategori yang sama yaitu resisten.