Abstract :
Stabilitas tanah merupakan suatu tata cara rekayasa tanah yang bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu pada tanah, supaya sesuai dengan syarat teknis yang diperlukan. Tanah lempung cenderung bersifat kohesif dan plastis yang dapat menimbulkan permasalahan pada lapisan tanah. Pada penelitian ini digunakan stabilisasi kimiawi, dengan penambahan campuran abu tandan kelapa sawit sebanyak 5%, 7,5%, 10% dengan semen sebanyak 5% terhadap berat tanah kering. Tanah lempung yang digunakan dari Perumahan Graha Indah 4 Residence Kota Pangkalpinang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran abu tandan kelapa sawit dengan semen terhadap gradasi, indeks plastisitas dan kuat geser tanah lempung sehingga diperoleh nilai terkecil indeks plastisitas dan nilai maksimum kuat geser. Standar pengujian menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukan penambahan campuran dapat mempengaruhi gradasi karena dapat menurunkan persentase lolos saringan No.200, tetapi penurunan masih diatas 50% berdasarkan klasifikasi USCS termasuk butiran halus. Untuk nilai indeks plastisitas semakin menurun setiap penambahan persentase abu tandan kelapa sawit dengan 5% semen, karena abu tandan kelapa sawit dengan semen dapat mengikat serta menutupi pori-pori tanah yang lebih sulit ditembus air. Diperoleh nilai terkecil indeks plastisitas sebesar 12,187% terjadi pada variasi TL+10%ATKS+5%S. Sedangkan nilai kuat geser semakin meningkat setiap penambahan persentase abu tandan kelapa sawit dengan 5% semen, karena abu tandan kelapa sawit dengan semen dapat pengikat butiran tanah menjadi lebih kuat serta menutupi pori-pori tanah agar lebih rapat. Diperoleh nilai maksimum kuat geser sebesar 61,506 kN/m2 terjadi pada variasi TL+10%ATKS+5%S.