Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Meri Yanto, (NIM. 2021711043)
Subject
L Education (General)
Datestamp
2024-07-23 01:30:48
Abstract :
Jaring insang tetap di Desa Perlang sangat penting untuk dikembangkan karena alat tangkap yang paling dominan dan jenis ikan yang ditangkap adalah jenis ikan ekonomis penting. Namun, informasi terkait analisis hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap jaring insang tetap belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi alat tangkap jaring insang tetap dan komposisi jenis ikan menggunakan alat tangkap jaring insang tetap yang ada di Desa Perlang Kabupaten Bangka Tengah. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari-Februari 2024 di Desa Perlang Kabupaten
Bangka Tengah. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi alat tangkap jaring insang tetap yang terdapat di Desa Perlang terdiri dari badan jaring dengan panjang 700 m dan 1000 m, lebar 3 m dan ukuran mata jaring 4 inci dan 6 inci. Tali ris atas dan ris bawah dengan panjang 700 m dan 1000 m serta ukuran diameter 4 mm. Tali pelampung dengan panjang 40 m diikatkan pada tali
ruis atas. Pelampung yang digunakan menggunakan bahan plastik. Tali pemberat berbahan dasar Polyethylene (PE) dengan panjang yaitu 30 cm yang diikatkan di tali ris bawah. Pemberat yang digunakan berbahan dasar timah dan berbentuk
lonjong. Jangkar sebanyak 2 buah dengan berat 3 kg serta srampat atas dan srampat bawah untuk melindungi badan jaring dari berbagai macam kerusakan. Sedangkan komposisi jenis hasil tangkapan ikan sebanyak 10 jenis ikan dengan
hasil tangkapan utama terdiri dari ikan Manyung/manyong (Netuma thalassina), Hoile (Hexanematichthys Sagor), Menggali (Gnathanodon speciosus), Talang/talang- talang (Chorinemus tala), Tenggiri (Scomberomorus commerson),
dan Pari (Dasyatis sp) dengan persentase sebesar 92,5% dan hasil tangkapan sampingan terdiri dari ikan Kembung (Rastrelliger sp), Hiu (Carchareus leucas), Seminyak (Diagramma pictum), dan Patin (Pangasius pangasius) dengan
persentase sebesar 7,5%.