Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Putra Deri Agripina, (NIM. 1041711065)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2024-09-27 06:57:00
Abstract :
Tanah lempung memiliki daya dukung yang rendah dengan sifat sangat keras saat kering, namun bersifat plastis pada saat lembab sehingga akan menyebabkan perubahan volume yang besar karena pengaruh air. Kondisi tanah seperti ini dapat ditemui di Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilakukan pengujian sifat fisis tanah yaitu kadar air, analisis saringan, batas atterberg, dan berat jenis tanah. Selanjutnya dilakukan pengujian pemadatan dan pengujian CBR (California Bearing Ratio) rendaman dimana masing-masing pengujian dengan penambahan limbah FGD gypsum dengan variasi 10%, 15%, dan 20%. Perendaman dilakukan selama 4 hari dengan total sampel berjumlah 44 sampel. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tanah termasuk dalam klasifikasi CL menurut USCS yaitu tanah lempung berbutir halus dengan plastisitas rendah, sedangkan menurut AASHTO tanah termasuk dalam klasifikasi A-6 yaitu tanah berlempung. Berdasarkan pengujian CBR rendaman tanah lempung asli didapatkan hasil sebesar 9,227%. Penambahan limbah FGD gypsum pada nilai CBR rendaman didapatkan peningkatan nilai CBR tertinggi pada penambahan limbah FGD gypsum dengan variasi 15% sebesar 14,025%. Kemudian pengaruh penambahan limbah FGD gypsum pada tanah didapatkan nilai terendah pada penambahan limbah FGD gypsum dengan variasi 20% sebesar 12,180%. Ditinjau dari gradasi tanah yang lolos saringan nomor 20 dengan persentase lebih dari 50%, dapat dikategorikan sebagai tanah berbutir halus dengan persentase 61,961%. Nilai FGD gypsum yang lolos saringan nomor 200 pada penambahan 10%, 15%, 20% berturut-turut adalah 59,636%, 58,892%, dan 57,813%. Sedangkan, persentase tertinggi kenaikan nilai CBR terhadap tanah lempung asli adalah 51,999%.