Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Wahyu Kusniadi, (NIM.1041911047)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2024-09-27 06:59:13
Abstract :
Tanah merupakan dasar dari suatu konstruksi bangunan sipil dimana tanah ini memiliki fungsi sebagai lapisan yang menerima dan meneruskan beban struktur yang bekerja di atasnya. Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi sering dijumpai kondisi tanah yang kurang baik salah satunya jenis tanah lempung. Tanah lempung ini bersifat kohesif, plastis, kadar air relatif tinggi, ketahanan geser yang kecil sehingga menyebabkan kemampuan daya dukung yang dimiliki tanah lempung rendah. Rendahnya daya dukung tanah dapat mengganggu kekuatan struktur hingga dapat mengakibatkan ketidakstabilan sebuah konstruksi yang berada di atasnya, sehingga perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki daya dukung tanah lempung lewat metode stabilisasi secara kimiawi yang menggunakan bahan berupa fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fly ash dengan umur yang berbeda sebagai bahan stabilisasi tanah lempung terhadap nilai pemadatan dan kuat geser tanah. Pengujian dilakukan sesuai acuan SNI 1743:2008 untuk uji pemadatan tanah dan SNI 3420:2016 untuk uji kuat geser tanah dengan penambahan kadar persentase fly ash 8%, 16% dan 24% untuk fly ash umur kurang dari 1 tahun dan fly ash umur lebih dari 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan tanah termasuk kedalam kelompok CL. Pada pengujian pemadatan diperoleh nilai Maximum Dry Density (MDD) tanah asli sebesar 1,597 gr/cm3, nilai MDD mengalami peningkatan tertinggi saat penambahan fly ash umur lebih dari 1 tahun 24% dengan nilai sebesar 1,707 gr/cm3. Pada pengujian kuat geser didapatkan nilai kuat geser tanah asli sebesar 23,955 kN/m2, nilai kuat geser mengalami peningkatan tertinggi saat penambahan fly ash umur lebih dari 1 tahun 24% dengan nilai sebesar 53,089 kN/m2.