Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Siti Nabila Azzura, (NIM. 1042011057)
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2024-09-27 07:39:14
Abstract :
Pelabuhan Perikanan Tambak Labuh di Pulau Belitung merupakan pelabuhan perikanan yang digunakan kapal-kapal nelayan untuk bersandar setelah melakukan kegiatan operasional melaut. Dalam menunjang kegiatan ini, diperlukan pembekalan yang optimal dan cukup untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan. Pembekalan yang berperan penting dalam aktivitas ini adalah air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kegitan, tingkat kebutuhan air bersih ditiap unit kegiatan, dan mekanisme penyedian air bersih pelabuhan perikanan. Metode yang digunakan adalah dengan pengambilan data melalui kuisioner, wawancara, dan data dari PPN Tanjungpandan maupun Dinas Perikaban Kabupaten Belitung menggunkan pendekatan Pane (2005) dan SNI 03-7065-2005. Komponen aktivitas pelabuhan perikanan yaitu krbutuhan air untuk melaut, pencucian ikan, pencucian palka, pabrik es, industri olahan, perumahan, perkantoran, dan pertokoan. Hasil penelitian menunjukan kegiatan dan kebutuhan air bersih di pelabuhan perikanan ini terdiri atas melaut sebesar 23.624,877 liter/hari, pencucian ikan sebesar 3.779,473 liter/hari, pencucian palka sebesar 5.369,669 liter/hari, pabrik es sebesar 267.722,916 liter/hari, industri olahan perikanan sebesar 983.250 liter/hari, perumahan sebesar 1.960 liter/hari, perkantoran sebesar 31.410 liter/hari, dan pertokoan sebesar 6.396 liter/hari. Adapun mekanisme penyedian air bersih menggunakan sumur artesis milik PPN Tanjungpandan sebesar 22.756,164 liter/hari dan jasa penyedia air bersih sebesar 15.882 liter/hari. Penyediaan air tersebut hanya dapat mensuplai kebutuhan air bersih pelabuhan perikanan ini sebesar 2,930 % dari nilai kebutuhan air bersih teoritis sebesar 1.318.503,934 liter/hari.