Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Randi Syaftuda, (NIM. 1031711011)
Subject
TN Mining engineering. Metallurgy
Datestamp
2024-08-29 01:50:27
Abstract :
Timah merupakan salah satu unsur logam yang banyak terdapat di daerah kepulauan bangka Belitung. Salah satu perusahan yang mengolah bijih timah adalah Tambang Besar (TB) Primer Batu Besi yang merupakan unit dari PT Timah tbk. Alat yang digunakan dalam proses pemisahan mineral bijih timah adalah Magnetic Separator. Magnetic Sepator yang digunakan pada TB Primer Batu Besi untuk mengolah material iron oxide merupakan Wet Belt Low Intensity Magnetic Separator (WBLIMS) dengan sistem pengolahan basah. Alat ini mengolah dengan hasil recovery yang rendah dengan kisaran 5-8%. Kadar Sn yang dihasilkan juga tidak stabil berkisar antara 0,5% - 2%. Penelitian ini mengkaji alat Magnetic Separator dengan sistem pengolahan kering untuk menjadi bahan pertimbangan perusahaan melakukan pengolahan Tailing dengan sistem kering yang berfokus pada pengaturan variabel berupa bukaan splitter dan kecepatan belt conveyor skala laboratorium sehingga mendapatkan hasil peningkatan kadar yang lebih optimal. Identifikasi material dilakukan dengan metode uji X-Ray Flourenscence portable. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil kadar unsur Sn pada material feed sebelum pengolahan pada 3 sampel diantaranya sampel 140 mesh sebesar 0,77%, sampel 200 mesh sebesar 0,9%, dan sampel >200 mesh sebesar 1,384%. Kadar unsur Sn sesudah melalui proses pengolahan pada alat magnetic separator menunjukkan bahwa semakin kecil bukaan splitter maka kadar Sn yang dihasilkan akan semakin tinggi dengan hasil recovery yang semakin rendah begitu juga sebaliknya, dan semakin kecil kecepatan belt conveyor maka kadar Sn akan semakin tinggi dengan hasil recovery yang rendah begitu juga sebaliknya. Perolehan hasil kadar Sn dan Recovery pada pengolahan alat magnetic separator skala laboratorium dengan tingkat perolehan paling optimal terjadi pada ukuran butir >200 mesh menggunakan kombinasi kecepatan belt conveyor 26,39 cm/s dan bukaan splitter 0,2 cm dengan kadar Sn sebesar 3,429% dan recovery sebesar 9,37%.