Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Muhamad Bagus Syah Alam, (NIM. 1011711033)
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery
Datestamp
2024-08-29 02:19:41
Abstract :
Industri pemotongan ayam merupakan sumber limbah bulu ayam yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan penyakit bagi masyarakat sekitar jika tidak dikelola dengan baik. Limbah bulu ayam dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos bagi pertanian. Mesin pencacah ranting milik terdahulu mempunyai tujuan yang sama dengan penelitian ini yaitu untuk dijadikan bahan kompos, namun mesin ini jarang digunakan atau difungsikan sebagai mesin pencacah ranting. Maka dari itu peneliti memanfaatkan mesin terdahulu untuk dimodifikasi menjadi mesin pencacah bulu ayam sebagai bahan pupuk kompos yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dibandingkan bahan pupuk kompos yang terbuat dari ranting pohon. Bulu ayam yang digunakan dalam keadaan basah untuk mempermudah proses pencacahan, sehingga peneliti memodifikasi hopper input dengan posisi lubang menghadap ke atas untuk mempermudah dalam proses memasukan bulu ayam kedalam tabung. Konstruksi dudukan mata pisau dimodifikasi menjadi berbentuk silinder dengan bagian poros yang tertutup berfungsi sebagai pendorong bulu ayam yang telah tercacah bisa keluar dari tabung menuju hopper output dan menambahkan saringan yang berfungsi untuk menyaring hasil cacahan bulu ayam. Pengujian ditetapkan pada putaran stabil 1400 rpm pada poros pencacah dengan menggunakan motor 7 Hp. Pada dudukan mata pisau berbentuk silinder terdapat 4 mata pisau yang bergerak dan 1 mata pisau tetap. Mesin bekerja dengan memutar poros untuk melakukan pencacahan dan mengeluarkan hasil cacahan melalui saringan. Keberhasilan mesin ditentukan dari ukuran cacahan bulu ayam kurang dari 10 mm. Hasil penelitian diperoleh kapasitas produksi mesin sebesar 8,18 kg/jam. Efisiensi produksi mesin adalah 85,85%.