DETAIL DOCUMENT
Pengaruh lama waktu proses fermentasi daun rhodomyrtus tementosa dalam pembuatan bioetanol
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bangka Belitung
Author
Rudi Hartono, (NIM. 1011911009)
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery 
Datestamp
2024-09-23 02:54:33 
Abstract :
Menipisnya sumber energi bahan bakar utama dari fosil perlu untuk dicari solusinya. Pentingnya pencarian energi alternatif selain bahan bakar fosil merupakan motivasi bagi peneliti untuk mengkaji potensi daun rhodomyrtus tementosa dalam pembuatan bioetanol sebagai energi terbarukan. Daun rhodomyrtus tementosa adalah tanaman yang banyak dan mudah ditemui di daratan diwilayah Bangka. Hasil analisis fitokimia, daun rhodomyrtus tementosa mengandung karbohidrat, flavonoid, dan glukosida yang sangat berpotensi menghasilkan bioetanol. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu proses fermentasi terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan dari daun rhodomyrtus tementosa. Metode penelitian dimulai dengan mempersiapkan alat dan bahan baku, hidrolisis, fermentasi, distilasi, dan pengukuran kadar bioetanol menggunakan refraktometer alkohol. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Waktu fermentasi yang digunakan adalah 5 hari, 7 hari, dan 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu proses fermentasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap kadar bioetanol daun rhodomyrtus tementosa pada waktu 5 hari, 7 hari, dan 9 hari. Waktu fermentasi yang optimal dalam menghasilkan kadar bioetanol daun rhodomyrtus tementosa pada taraf perlakuan 5 hari dengan nilai rata-rata kadar bioetanol yaitu sebesar 21,3% lebih tinggi dibandingkan dengan lama waktu fermentasi 7 hari dengan kadar bioetanol yaitu sebesar 18,3% dan 9 hari dengan kadar bioetanol yaitu sebesar 16%. 
Institution Info

Universitas Bangka Belitung