Abstract :
ABSTRAK
Universitas Nasional
Sekolah Pascasarjana Program Magister Ilmu Administrasi Publik
TESIS, Februari 2016
E. Nama : Hasanuddin
F. NPM : 14631015017
G. Judul Tesis : Implementasi Program Penataan dan Pemberdayaan
Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Pasar Tanah Abang
H. Jumlah Halaman : 97
I. Isi Abstrak
Penelitian ini dilakukan di Pasar Tanah Abang, Kecamatan Tanah Abang,
Jakarta Pusat. Pasar Tanah Abang dikenal luas di tanah air sebagai pasar tekstil
terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Sebagai pasar tekstil terbesar, Pasar
Tanah Abang memiliki jumlah tempat usaha (kios, los, counter) sebanyak 19.075 unit
yang terbagi ke beberapa blok, yakni blok A, B, F, dan G. Jumlah kios Blok A 7.843,
Blok B 5.168 kios, Blok F lama 1.722 kios, Blok F1 553 kios, Blok F2 1.390 kios,
Blok EF 203 kios, dan Blok G sebanyak 2.196 terdiri dari 369 kios, 388 Los, dan
Counter sebanyak 1.439. Rata-rata omset Pasar Tanah Abang mencapai Rp. 100 miliar
? Rp. 200 miliar perhari, bahkan menjelang hari-hari besar seperti Bulan Ramadhan
sampai menjelang Idul Fitri bisa mencapai Rp. 1 triliun perhari.
Dengan predikat sebagai pasar tekstil terbesar, dengan sendirinya
mengundang para pekerja sektor informal seperti PKL untuk mencoba mengais rezeki
di sekitar Pasar Tanah Abang. Akibat banyaknya PKL, maka, ketidakteraturan
menjadi pemandangan sehari-hari, karena mereka berjualan dengan menempati sarana
umum, seperti trotoar, bahkan sebagian badan jalan dijadikan tempat berjualan.
Maksud penelitian ini dilakukan untuk memberi gambaran tentang
Implementasi Program Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Pasar Tanah
Abang. Pada penelitian ini, teori yang digunakan adalah model implementasi
kebijakan dari Merilee S. Grindle, menurutnya, keberhasilan implementasi kebijakan
dipengaruhi oleh 2 variabel besar, yakni isi kebijakan (content of policy) dan
lingkungan implementasi (context of implementation) yang disebutnya sebagai derajat
kemampuan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena mengkaji
permasalahan dan fenomena tentang persoalan yang berkaitan dengan PKL dan
implementasi program penataan dan pemberdayaan PKL. melalui pendekatan
iv
kualitatif ini, peneliti mengobservasi dan mewawancarai informan sebagai
narasumber. Hasil observasi dan wawancara dengan pendekatan kualitatif merupakan
data. Data yang ada ditambah dengan data lainnya diolah melalui teknik pengolahan
Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan pemberian
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Program Penataan dan
Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Pasar Tanah Abang, belum berjalan maksimal.
Hal ini, dapat dilihat masih banyak PKL yang berjualan dengan menempati sarana?sarana umum. Ini juga menjelaskan bahwa tingkat kepatuhan PKL masih kurang. Pada
sisi lain implementator dituntut lebih memahami tugas dan fungsinya, tidak mesti
selalu menggunakan pendekatan penertiban dalam menata PKL.
Berdasarkan kondisi di atas, maka, Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan
DPRD DKI Jakarta, segera membuat Peraturan Daerah yang khusus tentang Penataan
dan Pemberdayaan PKL, agar berbagai program dapat dilaksanakan dengan lebih
optimal. Dengan Perda, maka, makin jelas siapa yang melakukan apa dan bagaimana,
termasuk pemberian sanksi bagi yang tidak mematuhinya.
J. Daftar Pustaka : 36 Buku, 2 Tesis, 10 Sumber lain, 6 Laman Internet
K. Pembimbing : Dr. AF. Sigit Rochadi, M.Si