Abstract :
Dalam memenuhi kebutuhan air minum maka PDAM Tirta Kerta Raharja harus menyediakan air yang berkuantitas, berkwalitas serta kontunuitas. Kondisi Kwalitas air bersih harus sesuai standar yang sudah ditetapkan oleh permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang pesyaratan kualitas air minum. Dalam mengolah air minum terdapat beberapa tahap pengolahan, dan salah satu proses penting dalam pengolahan air minum adalah proses koagulasi dan flokulasi. Efektivitas unit koagulasi dan flokulasi dapat dilihat dari hasil tes uji penurunan kekeruhan dari hasil olahan dibandingkan dengan air baku. Koagulasi, flokulasi dan sedimentasi di PDAM memiliki efisiensi sebesar 95 persen. Unit koagulasi, flokulasi dan sedimentasi memenuhi kriteria desain. Dalam Penelitian ini dilakukan Uji T-test Independet yaitu untuk mengetahui pengaruh koagulan dalam penurunan kekeruhan dan derajat keasaman (pH) melalui pendekatan statistik koefisien kolerasi. T-test dengan tingkat kepercayaan sebesar 5 persen menunjukkan terdapat pengaruh penurunan koagulan terhadap kekeruhan dan derajat keasaman (pH) dengan kolerasi positif, artinya bahwa benar terdapat pengaruh penambahan koagulan dengan turunnya tingkat kekeruhan pada air bersih. Kualitas air minum di IPA babakan sangat baik dapat dilihat dari uji t-test. nilai kekeruhan air baku berkisar 28,75 sampai 167,7 setelah penambahan koagulan yaitu alumunium sulfat didapatkan penurunan nilai kekeruhan 2,34 sampai 2,13. Kata kunci: Efektivitas, Koagulasi-flokulasi, Instalasi Pengolaham Air Minum.