Abstract :
BOD (Biochemical Oxygen Demand) merupakan indikator pencemaran organik di dalam air karena menunjukkan banyaknya oksigen terlarut yang dibutuhkan bakteri untuk menguraikan zat organik dengan jangka waktu optimal penguraian yaitu 5 hari. Untuk menurunkan kadar BOD maka perlu dilakukan pengolahan dengan proses lumpur aktif sistem extended aeration yang mampu menurunkan kadar BOD sebesar 80-95%. Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sudah beroperasi selama 8 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efesiemsi kadar BOD, COD (Chemical Oxygen Demand), dan efesiensi TSS (Total Suspended Solids), dan menghitung kondisi eksisting berdasarkan kriteria desain. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai efisiensi BOD, COD, dan TSS pada sistem extended aeration sudah sesuai dengan nilai efisiensi kriteria desain yaitu 80-95%. Pada kondisi eksisting, parameter-paramater yang dihitung adalah kebutuhan oksigen 3660 m3/hari MLSS (Mixed Liquor Suspended Solids) 0,16 kg/hari, dan F/M (Food to Microorganism Ratio) 1,0. Kata kunci: Biochemical Oxygen Demand (BOD), pengolahan air limbah (IPAL) kriteria desain, instalasi