Abstract :
Instalasi pengolahan air bersih merupakan tempat untuk mengolah air baku dengan kandungan pencemar yang berbeda-beda pada tiap parameternya agar diperoleh air hasil pengolahan yang aman untuk kesehatan. Upaya menurunkan kadar pencemar adalah dengan melakukan tahapan proses pengolahan pada bak koagulasi, flokulasi, sedimentsi dan filtrasi serta pemberian desinfektan dan koagulan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kualitas air baku dan air hasil produksi serta melakukan perhitungan pada unit-unit instalasi air baku dan air produksi apakah sesuai baku mutu dan perhitungan unit-unit instalasi apakah memenuhi kriteria desain. Metode penelitian non-eksperimental atau penelitian deskriptif-analitik. Penelitian hanya menggambarkan kondisi yang ada apa adanya tentang variabel-variabel, gejala dan keadaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air baku pada beberapa parameter tidak memenuhi baku mutu. Parameter yang tidak memenuhi Baku Mutu adalah parameter mangan (Mn) nilai tertinggi yaitu 4,728 mg/l melebihi baku mutu yaitu 0,1, nitrat (NO3) nilai tertinggi 465,6 mg/l, besi (Fe) nilai tertinggi 34,56 mg/l, khlor bebas nilai tertinggi 18,56 mg/l, nitrogen ammonia nilai tertinggi 3,23 mg/l, chromium 10,24 mg/l, tembaga 29,44 mg/l dan parameter seng 0,28. Kualitas air hasil produksi secara umum hasilnya memenuhi Baku Mutu hanya beberapa parameter yang tidak memenuhi yaitu parameter warna nilai tertinggi bulan Agustus yaitu 25 TCU melebihi baku mutu yaitu 15 TCU, besi total 6 mg/l dan 0,13 mg/l lebih dari 0,3 mg/l. Unit flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi diperoleh hasil perhitungan yang tidak memenuhi kriteria desain. Kata Kunci : Instalasi pengolahan, air bersih, kualitas air