DETAIL DOCUMENT
Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dalam Perspektif Perlindungan Anak (Studi Kasus Putusan Nomor 285/Pid.Sus-Anak/2014/PN.Cbi)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Author
Rachmat, Bayu Aji Prabowo
Subject
Hukum 
Datestamp
2019-03-06 07:10:02 
Abstract :
Kata Kunci : Tindak Pidana, Anak, Perlindunga Anak, Asas Kepentingan Terbaik Bagi Anak. Anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Anak sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa memiliki hak sejak dilahirkan, sehingga tidak ada manusia atau pihak lain yang boleh merampas hak tersebut. Penelitian ini dilakukan bertujuan mengetahui penerapan sanksi pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dan untuk mengetahui pengaturan penjatuhan sanksi dalam perkara tindak pada putusan Nomor 285/Pid.Sus-Anak/2014/PN.Cbi yang sesuai dengan asas Kepentingan Terbaik Bagi Anak. Untuk meneliti hal tersebut penulis menggunakan jenis penelitian Hukum normatif yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam Undang-Undang serta putusan pengadilan. Berdasarkan penelitian yang ditemukan dalam perkara Nomor 285/Pid.Sus-Anak/2014/PN.Cbi terdakwa dijatuhkan hukuman selama 2(dua) bulan penjara. Dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak ditentukan mengenai penjatuhan hukuman terhadap anak, yang juga mengatur tetang anak yang menghadapi proses pengadilan yang harus memperhatikan Asas-asas Perlindungan Anak yang salah satunya adalah Asas Kepentingan Terbaik Bagi Anak. (Kesimpulan) Penerapan sanksi pidana dalam tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak dalam putusan Nomor 285/Pid.Sus-Anak/2014/PN.Cbi tidaklah sesuai dengan Perlindungan Anak dan tidak mempertimbangkan Kepentingan yang terbaik bagi anak. karena dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Sistem Peradilan Pidana Anak menganut apa yang disebut dengan Double Track Sytem dimana masih adanya sanksi lain berupa sanksi tindakan yang lebih layak diberikan kepada anak sehingga tidak mempengaruhi mental serta psikis anak. 
Institution Info

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya