Abstract :
PT. ABC merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia pipa baja terkemuka di Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kualitas produk dalam meminimasi tingkat keparahan breakdown mesin yang mengakibatkan produk cacat. PT ABC berusaha untuk mengurangi kerugian yang terjadi akibat besarnya kerusakan pada mesin dengan menggunakan metode OEE (Overall Equipment Effectiveness). Pengumpulan data yang di lakukan di PT.ABC pada mesin welding dari bulan Januari sampai dengan Maret 2017, nilai OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang didapat dari hasil perhitungan dengan rata-rata OEE sebesar 63,12% dan nilai ini sangat berada di bawah standar OEE world class 85%. Prioritas perbaikan dilakukan pada beberapa faktor seperti mesin dan metode. Dengan analisis OEE (Overall Equipment Effectiveness) maka perhitungan yang dilakukan adalah mengetahui nilai availability, performance dan Quality pada produk. Dilanjutkan dengan menganalisis faktor tertinggi kerusakan mesin dengan menggunakan metode Six Big Losses. Lalu didapat hasil tertinggi yang akan dianalisa dengan menggunakan diagram pareto dan diagram fishbone untuk membantu memudahkan dalam mencari solusi untuk perbaikan. Berdasarkan hasil analisa OEE dan six big losses, maka dilakukan sebuah improvement agar bisa menaikkan persentase nilai OEE sebelumnya dan akan berpengaruh terhadap performa mesin serta kualitas produk pipa. Maka didapat hasil OEE (Overall Equipment Effectiveness) meningkat dengan persentase sebelum dilakukan improvement sebesar 63,12% menjadi 79,96%. Kata kunci : OEE, Six Big Losses, Breakdown