Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah dan faktor-faktor terjadinya cacat las yang terjadi di PT. XYZ. Pengumpulan data dan analisis yang dilakukan antara lain mengumpulkan data cacat pengelasan periode Januari-Juni 2016, melakukan wawancara berupa kuesioner, melakukan pengujian NDT (Non Destructive Test) liquid penetrant test, dan analisis dengan menggunakan tools yang terdapat dalam metode seven tools. Analisis dilakukan dengan menggunakan histogram untuk mengetahui frekuensi cacat las terbesar tiap minggunya. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan diagram pareto cacat las crack memiliki persentase sebesar 44,25% dan porosity sebesar 70,01%. Dengan prinsip dari diagram pareto maka dapat disimpulkan bahwa crack dan porosity merupakan jenis cacat las yang paling spesifik terjadi. Dengan menggunakan peta kendali (p-chart), diketahui grafik cacat las yang terjadi masih dalam batas kendali. Analisis menggunakan diagram sebab-akibat (cause and effect diagram) telah digunakan untuk mencari akar penyebab masalah cacat las crack dan porosity. Akar penyebab masalah dari crack yaitu: belum adanya training pengelasan untuk operator, tidak adanya penjadwalan mesin las, tidak adanya WPS diarea kerja, tidak adanya penyimpanan elektroda, tidak adanya pelindung cuaca. Adapun akar penyebab masalah porosity ialah: penjadwalan overtime yang tidak teratur, tidak ada penjadwalan mesin las, tidak adanya WPS diarea kerja, kandungan belerang yang tinggi, tidak ada pelindung cuaca. Usulan perbaikan yang digunakan dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan 5W+1H dari beberapa faktor yang terjadi antara lain: manusia, mesin, metode, dan lingkungan kerja. Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Seven tools, Cacat Pengelasan