Abstract :
Dalam penelitian ini penulis meneliti bagaimana tipe kepemimpinan Ketua
Karang Taruna Al-Ummah pada perencanaan program pelatihan sablon di Karang
Taruna Al-Ummah. Penulis ingin meneliti apakah tipe kepemimpinan Ketua
Karang Taruna Al-Ummah mendukung dalam pencapaian program-program
dalam tubuh Karang Taruna Al-Ummah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif.
Dalam penelitian ini penulis mengambil objek Karang Taruna Al-Ummah, Desa
Pantai Hurip, Ketua Karang Taruna Al-Ummah menjadi Key Informan dan ketiga
anggota Karang Taruna Al-Ummah adalah Informan. Teknik analisis data yang
digunakan adalah dengan melakukan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi.
Selanjutnya akan di uji dengan Triangulasi Sumber, Penyajian Data lalu
Penarikan Kesimpulan.
Hasil penelitian adalah, Ketua Karang Taruna Al-Ummah menganggap
bahwa setiap anggotanya mampu melakukan tugas dan tanggung jawab, tanpa
perlu diawasi atau dipengaruhi dalam proses pelaksanaannya. Ketua karang taruna
Al-Ummah juga tidak mengambil keputusan, apa bila ada hambatan atau
persoalan, kemudian beliau membicarakan untuk memusyawarahkan dan meminta
anggota untuk menentukan solusi apa yang hendak dilakukan. Dapat
dikemukakan bahwa Ketua Karang Taruna AL-Ummah selaku pemimpin
organisasi tidak tegas, dan hal itu menimbulkan sikap kemasabodohan pada diri
anggota, sebab sekalipun mereka tidak melakukan tugas dan tanggung jawab
mereka secara benar, mereka tidak mempunyai kekhawatiran karena pemimpin
mereka tidak tegas, dan hal itu juga yang menghambat terealisasinya program
pelatihan sablon di Desa Pantai Hurip . Penulis menyarankan sekretariat Karang
Taruna Al-Ummah memberikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang
mengatur bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap terhadap organisasi.