Abstract :
Kampoeng cyber RT 36 merupakan lingkup wilayah yang mayoritas warganya
kini pengguna aktif internet. Sebelum tergagas, pengetahuan warga mengenai internet
sangatlah minim. tetapi pengurus RT 36 di tahun 2008, bersedia mengajarkan
warganya berinternet walau memang membutuhkan proses. Namun terbukti dengan
proses tersebut tak lama kemudian warga mulai aktif menggunakan komputer dan
internet, bahkan terjadi perubahan perilaku pada warga setelah aktif berinternet.
Kemudian penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk megetahui bagaimana
proses perubahan perilaku warga kampoeng cyber RT 36 Taman pasca aktif
menggunakan internet.
Untuk mengetahui bagaimana prosesnya, penulis menggunakan teori difusi
inovasi oleh Everett M. Rogers yang mengemukakan bahwapengetahuan, persuasi,
keputusan, dan penegasan adalah inti dari proses difusi. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam
melakukan penelitian, penulis melibatkan 4 orang informan untuk melakukan
wawancara dengan 2 orang penggagas kampoeng cyber dan 2 orang warga yang
mengikuti tahap pelatihan. Penulis menganalisia data wawancara dengan coding
model Strauss & Corbin.
Dari hasil menganalisa data, didapatkan hasil berupa kesesuaian data antara
jawaban informan dan jawaban informan kunci, bahwa proses tersebut berisi
penyebaran ide baru melalui suatu kegiatan bertahap yang kemudian ide tersebut
diterima warga sehingga warga menjadi aktif menggunakan internet dan mengalami
perubahan perilaku