Abstract :
Penelitian ini tentang kesiapan mahasiswa terhadap penerimaan technology baru dalam bidang financial. Tujuan dari penelitian ini untuk menegtahui pengaruh antara technology readiness terhadap persepsi kemanfaatan sistem (perceived of usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan sistem (perceived ease of use) serta pengaruh persepsi kemanfaatan sistem (perceived of usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan sistem (perceived ease of use) terhadap minat menggunakan (behavioral intention) Financial Technology. Penelitian ini menggunakan desain model kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik Partial Least Square-Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan SmartPLS 22.0. Karena tujuan pertama dari penelitian ini adalah untuk menguji teori, maka teknik analisa yang digunakan adalah SEM berbasis Covarience (Covariance based SEM). Hasil dari penelitian ini terdapat 8 hipotesis yang tidak berpengaruh dengan yaitu: inv->ease dengan nilai (CR 1,23 dan P 0,22), discomfort->perceived ease of use (CR -0,43 dan P 0,67), insecurity-> perceived ease of use (CR 0,03 dan P 0,98), optimis-> perceived ease of use (CR 1,58 dan P 0,11), inovativness->perceived usefulness (CR -1,47 dan P 0,14), insecurity-> perceived usefulness (CR 1,63 dan P 0,10), optimis-> perceived usefulness (CR 0,26 dan P 0,80), perceived usefulness ->behavioral intention (CR 1,37 dan P 0,17). Dan terdapat 3 hipotesis yang berpengaruh yaitu discomfort-> perceived usefulness (CR 2,08 dan P 0,04), perceived ease of use-> perceived usefulness (CR 2,95 dan p 0,00) dan perceived ease of use-> behavioral intention (CR 4,63 dan P ***).