Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari rasio keuangan early warning system terhadap harga saham di perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2012 sampai dengan 2014. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rasio Beban Klaim, Rasio Pertumbuhan Premi, dan Harga Saham. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yang pengolahan datanya menggunakan SPSS versi 22.
Populasi dalam penelitian ini adalah 8 perusahaan Asuransi dan pemilihan sampel mengunakan metode puposive sampling yang menghasilkan 6 perusahaan Asuransi sebagai objek penelitian. Data dari penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari rasio keuangan early warning system sebagai variabel independen dan harga saham sebagai sebagai variabel dependen yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id. Teknik analisis data mengunakan metode regresi berganda.
Dari hasil uji t variabel rasio beban klaim (X1) tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham (Y). Dengan perolehan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel (1,273<2,131) dengan tingkat signifikansi 0,222 lebih besar dari 0,05 (>5%). Begitu juga dengan variabel rasio pertumbuhan premi (X2) tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham (Y) dengan perolehan angka t hitung lebih kecil dari t tabel (0,574<2,131) dengan tingkat signifikansi 0,592 lebih besar dari 0,05 (>5%). Dan hasil uji F atau secara simultan diperoleh bahwa variabel rasio beban klaim dan variabel rasio pertumbuhan premi secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, dengan perolehan nilai F hitung lebih kecil dari F tabel (1,019<3,682) dengan tingkat signifikansi 0,385 lebih besar dari 0,05 (>5%)
Kata kunci : Rasio Beban Klaim (RBK), Rasio Pertumbuhan Premi (RPP), dan Harga Saham (HS)