Institusion
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Author
Rian, Januarsyah
Subject
Teknik Desain, Pengujian, Pengukuran, Kualitas, Perawatan, Pemeliharaan, Perbaikan
Datestamp
2017-08-31 02:57:01
Abstract :
PT. Bridgestone Tire Indonesia mesin-mesin nya bekerja secara terus menerus pada saat produksi sehingga menyebabkan mesin banyak yang mengalami kerusakan saat beroperasi. Untuk mengurangi kerusakan tersebut perlu adanya kebijakan perawatan yang optimal sehingga mesin dapat beroperasi dengan baik. Pada penelitian ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance II untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mesin curing merupakan salah satu mesin yang penting dalam proses produksi tire. Mesin curing memiliki frekuensi downtime tertinggi sehingga penelitian akan terfokus pada komponen mesin curing. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa komponen kritis pada mesin curing berdasarkan frekuensi kerusakan mesin dan total downtime adalah penyebab kegagalan dari komponen hose adalah dikarenakan kualitas hose tidak bagus, meningkatnya waktu frekuensi dan downtime dan efek penyebab kegagalan, meningkatnya biaya perawatan, sedangkan penyebab kegagalan komponen seal adalah karena seal menjadi aus dan efek dari kegagalan seal tersebut adalah meningkatnya waktu frekuensi downtime dan meningkatnya biaya perawatan. Dari hasil perhitungan biaya perawatan dengan metode RCM II, komponen hose dan seal masing-masing mengalami penurunan biaya, komponen hose sebesar 38,87% dan komponen seal sebesar 26,35%. Usulan perawatan mesin curing terhadap komponen hose dan seal, secara khusus adalah melakukan tindakan scheduled on condition task (tugas kondisi pemeriksaan dan pendeteksian), scheduled discard task (penggantian item terjadwal) dan default action (tindakan standar) dengan kategori failure finding task (tugas menemukan kegagalan) dan interval perawatan komponen hose 140,95 jam dan komponen seal 280,53 jam.
Kata kunci : RCM II, FMEA, downtime, dan biaya perawatan.