Abstract :
Logistik merupakan kegiatan pendukung operasional yang ada pada PT. XYZ, terutama yang berhubungan dengan kegiatan produksi. PT. XYZ memproduksi unit mobil baik penjualan dalam negeri atau domestik hingga luar negeri atau ekspor dengan bekerjasama dengan pemasok dalam dan luar negeri. Untuk itu dibutuhkan logistik dengan biaya yang efisien. Pada proses import part terdapat biaya abnormal yaitu peti
kemas menetap lebih dari batas waktu yang ditentukan oleh pelayaran yaitu 14 hari dari pelabuhan, hal ini menyebabkan meningkatnya biaya operasional yang disebabkan biaya detention.
Berdasarkan rata-rata detention selama 6 bulan yang secara kalkulasi melebihi harga pembelian satu unit peti kemas, untuk itu penulis mengusulkan pembelian peti kemas guna mengurangi biaya detention yang akan terjadi pada bulan berikutnya dengan melakukan Studi Kelayakan Bisnis menggunakan analisis keuangan dengan pendekatan, metode total cost, Break Even Point (BEP), total revenue analisis dan profitabilitas indeks.
Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah pembelian peti kemas menggunakan metode peramalan single moving average, dimana diperoleh pembelian peti kemas sejumlah 8 unit, dengan rata-rata dalam satu bulan jumlah hari detention dari
perhitungan berdasarkan kategori denda detention adalah 36 hari. Sedangkan analisa total cost didapatkan penurunan biaya detention perbulan adalah Rp 36,097,602. Hasil
dari analisa Break Even Point (BEP) pengembalian investasi keseluruhan didapatkan pada bulan ke tujuh. Perhitungan total revenue didapatkan hasil pembelian delapan peti
kemas sebesar Rp 433,171,222 pertahun. Hasil perhitungan indeks profitabilitas dalam setahun adalah lebih besar dari 1 (satu) dengan jumlah 1.8 dalam setahun.
Berdasarkan analisa diatas dapat disimpulkan pembelian peti kemas sejumlah 8 unit layak dilaksanakan dengan penurunan biaya detention sebesar Rp 36,097,602 per bulan.
Kata kunci: detention, studi kelayakan, peti kemas