Abstract :
PT. Topjaya Antariksa Electronics merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur electronics pembuatan kulkas, home freezer dan showcase dengan merek Toshiba. Model yang di produksi adalah PU Door atau yang disebut komponen pintu kulkas dan home freezer yang berfungsi untuk mempermudah akses pengguna dalam membuka dan menutup pintu. Jika poin defect gores tersebut tidak dikendalikan maka akan berakibat daya saing dan loyalitas terhadap para konsumen. Didapatkan kenaikan persentasi dari Oktober 2015 sebesar 0,55% dan terus meningkat sampai dengan bulan Januari 2016 sebesar 0,65%, maka total keseluhan peningkatan dari bulan Oktober 2015 sampai Januari 2016 sebesar 0,10%.
Penelitian ini dilaksanakan untuk melakukan identifikasi masalah yaitu dengan menggunakan metodelogi DMAIC (Define ? Measure ? Analyze ? Improve - Control) memakai alat atau tools dari seven tools yang hanya diperlukan, menggunakan Score Brainstroming untuk diskusi dengan pihak QC Dep dan menghitung nilai DPMO (Defect Per Million Oppurtunity) dan menghitung Sigma Level (Zst). Defect gores sebanyak 111 defect dan dianalisa dengan menggunakan Score Brainstroming yang menjadi faktor sangat dominan PU Door SD 195 adalah troly tidak ada protector dan tidak ada pembatas antara pintu dengan jumlah persentase sebesar 57%. Setelah diterapkanya perbaikan pada bulan Februari 2016 sebesar 0,2% dan terus menurun sampai dengan bulan April 2016 sebesar 0,17%.
Kata Kunci : Six Sigma, DMAIC, Seven Tools, Score Brainstroming