Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio, Asset, Management, Earning dan Liquiditas terhadap financial distress pada PT.Bank Muamalat Syariah Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2010-2017. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini yaitu Capital Adequacy Ratio, Asset, Management, Earning dan Liquiditas. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan statistik uji hipotesis. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Capital Adequacy Ratio, Asset, Management, Earning dan Liquiditas. digunakan analisis regresi linier sederhana, analisis korelasi, dan koefisien determinasi.
Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode CAMEL dan model analisis Altman Z-Score modifikasi. metode CAMEL pengukurannya diwakili oleh pengukurannya diwakili oleh rasio CAR,ASSET,MANEGEMENT,EARNING,LIQUIDITAS. Model Altman rasio net working to total asset, retained earning to net total asset, earning before interest and tax to total asset, book value of equity to book value of debt.
Hasil pengujian hipotesis uji F menunjukkan bahwa terdapat variabel Capital Adequacy Ratio, Asset, Management, Earning dan Liquiditas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Hasil pengujian hipotesis uji T menunjukkan nilai thitung untuk CAR lebih besar 1.984 > 1.705. nilai thitung lebih besar 3.934 > 1.705. nilai Management lebih kecil 3.934 >1.705. Nilai Earning lebih kecil 0.37 < 1,705. Nilai Liquiditas lebih besar 4.880 > 1.705. Dari kedua nilai t-hitung yang didapatkan menujukkan bahwa Asset dan Liquiditas secara parsial berpengaruh terhadap financial distress tetapi ketiga variabel CAR, Management dan Earning secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress.