DETAIL DOCUMENT
Pengendalian Kualitas pada Proses Weldingbagian Panel Door Mobil Suzuki Futura (Y9J) Menggunakan Metode Seven Tools di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Author
Sigit, Giantoro
Subject
Pengendalian Kualitas 
Datestamp
2017-08-31 02:58:16 
Abstract :
PT. Suzuki Indomobil Motor merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memiliki spesialisasi di bidang otomotif dengan memproduksi kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, yang selalu berusaha melakukan perbaikan berkaitan dengan kualitas dan peningkatan efisiensi proses produksinya guna memenuhi kepuasan pelanggan. Permasalahan pada penelitian ini dikarenakan rata-rata produk cacat panel door diatas 10% yang melebihi batas toleransi kecacatan sebesar 10% yang telah ditetapkan oleh PT. Suzuki Indomobil Motor, tingginya kecacatan menunjukan perlunya perbaikan kualitas produk di perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui faktor yang mendominasi penyebab kecacatan 2) Untuk mengetahui akar masalah faktor dominan penyebab kecacatan tersebut 3) Untuk mengetahui berapa batas toleransi kecacatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Seven tools. Hasil temuan penelitian adalah 1) Faktor yang mendominasi kecacatan adalah panel yang bergelombang dan penyok, 2) Akar masalah penyebab bergelombang berdasarkan urutan dominasinya adalah pengajar sibuk dengan pekerjaanya (faktor manusia), pengajar tidak ada waktu untuk melatih karyawan (faktor nmetode), mesin overload (faktor mesin), kurangnya perawatan (faktor material), tidak ergonomi (faktor lingkungan), adapun akar masalah penyebab penyok berdasarkan urutan dominasinya adalah operator terlalu terburu-buru (faktor manusia), tidak ada space untuk menempel peringatan (faktor metode), bahan hasil cutting dari bagian pressing tidak standar (faktor material), tidak ergonomi (faktor lingkungan). 3) Batas toleransi Garis Pusat adalah 0,12, Batas Pusat Atas (BPA) adalah 0,22, dan Batas Pusat Bawah 0,02. Hasil ini tidak optimal dikarenakan masih terdapat range yang melebihi batas toleransi, untuk mencapai hasil yang optimal maka dilakukan perbaikan dengan membuang proporsi defect yang sebelumnya melewati Batas Pusat Atas (BPA). Sehingga diperoleh batas toleransi Garis Pusat (GP) adalah = 0,10, Batas Pusat Atas (BPA) = 0,20 dan Batas Pusat Bawah (BPB) adalah 0,02. Kata kunci : Pengendalian Kualitas, Seven tools, Cacat (Defect) 
Institution Info

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya