DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Rehabilitasi Medis Dan Rehabilitasi Sosial Terhadap Korban Penyalahgunaan Narkotika Di Wilayah Hukum Polres Metro Bekasi
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Author
Aramsyah, Usep
Subject
Hukum Pidana 
Datestamp
2021-01-12 07:18:46 
Abstract :
Tesis ini menjelaskan Bagaimana tindakan penyidik terhadap pecandu narkotika di wilayah hukum Polres Metro Bekasi dan Bagaimana pengaruh program rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial terhadap korban penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. Penelitian Ilmu Hukum ini menggunakan Aspek Yuridis Normatif dan Yuridis Empiris. Penelitian hukum ini bersifat kausalitas atau fungsi sebab akibat dari suatu variabel atau lebih terhadap variabel lain berlandaskan teori tertentu. Sampel 58 orang. Tindakan penyidik terhadap pecandu narkotika di wilayah hukum Polres Metro Bekasi dilakukan dengan tindakan non penal dan tindakan penal. Tindakan non penal yaitu upaya pencegahan yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan/ceramah, pembinaan dan sosialisasi mengenai narkotika dan bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan narkotika serta pendekatan pada tokoh agama dan adat. Sedangkan tindakan penal dengan penegakan hukum yang diatur dalam KUHP dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan sanksi Pidana bagi pemakai/pengguna dan pengedar gelap narkotika. Hasil uji hipotesis parsial (Uji t) untuk rehabilitasi medis sebesar 1,685 dan nilai signifikansi sebesar 0,026 serta rehabilitasi sosial sebesar 2,532 dan nilai signifikansi sebesar 0,011. Hasil kedua variabel tersebut lebih kecil dari 0,05, maka perumusan hipotesis (H1 dan H2) secara parsial menunjukkan hipotesis Ha diterima yang berarti baik variabel rehabilitasi medis dan variabel rehabilitasi sosial secara parsial signifikan terhadap variabel korban penyalahgunaan narkotika. Sedangkan hipotesis ke 3 menunjukkan bahwa rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap korban penyalahgunaan narkotika. Hasil uji F hitung lebih besar dari nilai F tabel (8,579 > 3,150) dengan tingkat signifikan di bawah 0,05 yaitu 0,001 dapat disimpulkan bahwa variabel rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial berpengaruh signifikan R Square Change sebesar 0,316 R Square Change sebesar 0,399 artinya bahwa rehabilitasi sosial berpengaruh terhadap korban penyalahgunaan narkotika dengan katagori rendah. Hasil uji koefisien determinasi antara variabel rehabilitasi medis dan variabel rehabilitasi sosial terhadap korban penyalahgunaan narkotika secara bersama-sama ditentukan oleh nilai R Square sebesar 0,438 artinya bahwa rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial berpengaruh terhadap korban penyalahgunaan narkotika variasi kedua variabel independen katagori sedang. Simpulan dalam Tesis ini bahwa Tindakan penyidik terhadap pecandu narkotika di wilayah hukum Polres Metro Bekasi dilakukan dengan tindakan non penal dan tindakan penal. Adapun pengaruh rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial baik secara parsial maupun secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap korban penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. 
Institution Info

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya