Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan kepemimpinan
dan iklim organisasi dengan stres ketja pada Anggota Sat Reskrim Polresta
Bekasi Kota. Populasi penelitian sejumlah 88 orang dan sample yang ditetapkan
mewakili jumlah populasi sebanyak 72 orang diperoleh berdasarkan rumus
Slovin dengan tingkat kesalahan penelitian sebesar 5% (0,05). Metode
pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada
responden dan terkumpul sebanyak 72 eksemplar data primer yang siap diolah.
Teknik penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisis data
kuantitatif. Metode pengolahan data dengan menggunakan program SPSS
(statistical product ang service solution) , sementara metode statistika yang
digunakan adalah korelasi pearson product moment dengan pengujian uji t, uji f
dan uji determinasi.
Hasil pengujian hipotesis pertama membuktikan bahwa ada hubungan
positif dan signifikan antara kepemimpinan dengan stres kerja. Nilai koefisien
korelasi positif 0,665 dengan sig a=0,05 memberikan arti bahwa semakin baik
kepemimpinan seseorang maka akan semakin rendah stres ketja yang dirasakan
oleh anggota Sat Reskrim. Hasil hipotesis kedua membuktikan bahwa ada
hubungan positif dan signifikan antara iklim organisasi dengan stres kerja. Nilai
koefisien korelasi positif 0,501 dengan sig a=0,05 memberikan arti bahwa
semakin kondusif iklim organisasi maka akan semakin rendah stres ketja yang
dirasakan oleh anggota Sat Reskrim. Hasil pengujian hipotesis ketiga
membuktikan bahwa secara simultan terdapat hubungan positif dan signifikan
antara kepemimpinan dan iklim organisasi dengan stres ketja. Variabel
kepemimpinan memberikan kontribusi yang lebih besar hubungannya dengan
stres hila dibandingkan iklim organisasi.