Abstract :
Pelayanan public pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Mobiliats yang tinggi dalam melayani transportasi membuat peneliti bermaksud meneliti bagaimana kinerja PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Jakarta (Y), dan seberapa besar pengaruh empowerment (X1), selfefficacy (X2) dan budaya organisasi (X3).
Peneliti menggunakan instrument kuesioner sebagai pendukung variabel dengan pernyataan pernyataan sekitar empowerment, self efficacy, budaya organisasi serta kinerja dengan menyebar kuesioner sebanyak 357 responden dan semua variabel yang dihasilkan di uji validitas dan reabilitas sebagai syarat uji.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitaif serta asumsi uji klasik dan analisis regresi berganda tujuannya adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel empowerment, self efficacy dan budaya organisasi secara parcial atau secara stimulan atau secara bersama-sama
terhadap variabel kinerja PT KAI DAOP I Jakarta dengan analisis data menggunakan program SPSS versi 20.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh empowerment terhadap kinerja dengan nilai signifikan yang dihasilkan 0,000 < 0,05. Selanjutnya hasil penelitian Self Efficacy
terdapat pengaruh terhadap kinerja dengan nilai signifikan yang dihasilkan 0,000 < 0,05 dan budaya organisasi terdapat berpengaruh terhadap kinerja
dengan nilai yang dihasilkan sebesar 0,000 < 0,05. Kemudian dari hasil penelitian uji regresi linier dapat di hasilkan secara positip dan signifikan bersama-sama variabel independen empowerment, self efficacy dan budaya
organisasi berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu kinerja.dengan hasil penelitian sebesar 0,000 < 0,05.
Kata Kunci : Empowerment, Self Efficacy , Budaya Organisasi dan Kinerja