Abstract :
Tujuan dari penelitian ini sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi limbah rumah tangga dan agroindustri pangan di wilayah Bekasi berupa minyak goreng bekas. Proses penjernihan minyak untuk pembuatan sabun mandi antara
lain Despicing, proses Netralisasi, dan Pemucatan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan suhu berkisar 700C. Pada penelitian ini sample sabun kemudian diuji dengan pengujian antara lain uji organoleptik, tinggi
busa, pH, uji Kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS) dan uji FT-IR Spektrofoto meter. Hasil pengujian alat FTIR menerangkan bahwa terlihat puncak atau peak yang teridentifikasi oleh alat. Secara umum terdapat 4 peak yang
menonjol dan keberadaan gugus fungsi yang paling banyak adalah senyawa alkana. Dari penelitian ini juga dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil perbandingan variabel minyak jelantah (curah, resto, dan tropikal) dengan CPO
dengan menggunakan jenis basa NaOH hasil yield sabun terbaik adalah sebesar 83,10 gram untuk perbandingan CPO dengan minyak jelantah resto (1 : 9), dan untuk jenis basa KOH hasil yield sabun terbaik adalah sebesar 85.63 gram untuk
perbandingan CPO dengan minyak jelantah curah (2 : 8).
Kata Kunci : Minyak jelantah, sabun mandi,yield