Abstract :
Kulit nanas (Ananas comusus (L.) Merr) adalah limbah hasil pertanian yang memiliki kandungan gula yang cukup tinggi dan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kandungan gula pada kulit nanas memungkinkan untuk
dimanfaatkan sebagai sumber energi yang dapat diperbaharui, yaitu bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan kadar ragi pada perlakuan yang dapat memberikan hasil optimum terhadap kadar bioetanol yang
dihasilkan. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pengepresan, pasteurisasi, fermentasi dan distilasi. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu waktu fermentasi dan kadar ragi. Waktu fermentasi yang digunakan adalah 2 hari, 3 hari dan 4 hari. Sedangkan kadar ragi yang digunakan adalah 4%, 5% dan 6%. Hasil penelitian menunjukan dari 500 mL sari kulit nanas diperoleh hasil kadar bioetanol
yang tertinggi sebesar 62% pada waktu fermentasi 3 hari dan kadar ragi 5%.
Kata Kunci : Bioetanol, distilasi, fermentasi, kulit nanas.