Abstract :
Penelitian ini bertujuan Untuk Untuk mengetahui tingkat kerusakan batik sasambo
yang dialami perusahaan industri kerajinan batik sasambo †Jaya Abadiâ€, dan kerusakan
tersebut masih berada dalam batas pengawasan kualitas yang ditoleransi.
Statistical Quality Control merupakan suatu sistem yang diperkembagkan untuk
mempertahankan kualitas produksi melalui suatu bagan kendali mutu (control chart), dengan
cara penganalisisan sampel dan menarik kesimpulan mengenai karakteristik dari seluruh
barang di mana sampel tersebut diambil, sehingga nantinya dapatlah diketahui
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi apakah masihberada dalam batas toleransi . Jadi
dengan menggunakan sampling dan penarikan kesimpulan secara statistik (statistical
inference), maka SQC dapat dipergunakan untuk menerima atau menolak produk yang telah
diproduksi, atau merupakan suatu cara menentukan batas toleransi dari tingkat
penyimpangan-penyimpangan/kerusakan hasil produksi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif non hipotesis yaitu
penelitian yang dilakukan pada suatu unit usaha kerajinan tangan batik sasambo †JAYA
ABADI†dengan tujuan untuk menggambarkan keadaan atau penomena khususnya masalah
kualitas produk batik yang dihasilkan dengan cara mengumpulkan, menyusun, menjelaskan
dan menganalisis data kemudian menarik kesimpulan. Menurut Nazir (1988 : 63) penelitian
deskriptif adalah :
Pelaksanaan pengawasan kualitas di perusahaan kerajinan tangan batik sasambo â€
Jaya Abadi†dari tahun ketahun kualitas produksinya semakin meningkat, ditandai dengan
semakin banyak batik yang di produksi tingkat kerusakannya semakin mengecil yaitu pada
tahun 2011 perusahaan memproduksi batik sebanyak 193 lembar, 421 lembar pada tahun
2012, dan 800 lembar pada tahun 2013 (s/d bulan juni). Sehingga pengawasan kualitas
kontrol pada perusahaan Batik Sasambo â€JAYA ABADI†masih berada pada batas kualitas
yang ditoleransi. Walaupun selisih tingkat persentase rata-rata dari kerusakan batik terhadap
standar yang ditetapkan oleh industri masih kecil.Persentase kerusakan Batik Sasambo pada
tahun 2011yaitu sebesar 5 %, tahun 2012 sebesar 23,9% dan 15,7% pada tahun 2013(s/d
bulan juli 2013)