Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui macam-macam kesalahan yang di
hasilkan oleh siswa kelas satu SMKN 2 Selong dalam teks deskriptif (2)
Mengetahui frekuensi kesalahan yang di hasilkan oleh siswa kelas satu SMKN 2
Selong dalam teks deskriptif. (3) Mengetahui faktor kesalahan yang di hasilkan
oleh siswa kelas satu SMKN 2 Selong dalam teks deskriptif Metode yang di
gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan pendekatan
kualitatif. Pokok dari penelitian ini adalah siswa kelas satu SMKN 2 Selong pada
tahun pelajaran 2016/2017. Jumlah siswa ada 35 orang. Lokasi penelitian ini
berada di Jln Raya Sukamulia, Dasan Tiga, Sukamulia, Lombok Timur, Nusa
Tenggara Barat, Indonesia. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan wawancara.
Metode dari tes adalah pilih salah satu dari lima gambar yang sudah di berikan.
Gambarnya yakni tentang kucing, orang terkenal, sahabat, buah, dan bangunan
bersejarah, dan deskripsikan topik tersebut mengunakan bahasa sendiri. Analisa
data dalam penelitian ini di aplikasikan dengan mengikuti prosedur : Identifikasi
kesalahan, menampilkan dan mendeskripsikan kesalahan, penafsiran kesalahan,
menemukan penyebab dari kesalahan, evalusi kesalahan, dan hasil dari kesalahan.
Setelah data di identifikasi, penulis menemukan ada 171 kesalahan dalam teks
deskriptif yang di hasilkan oleh siswa. Frekuensi kesalahan yang paling banyak
adalah kesalahan pada bentuk kata yang mana angka presentasinya mencapai
46%. Frekuensi kesalahan yang kedua adalah pengurangan yang mana angka
presentasinya mencapai 34%. Frekuensi kesalahan yang ketiga adalah
penambahan yang mana angka presentasinya mencapai 13%. Frekuensi kesalahan
yang terakhir adalah pengurutan yang mana angka presentasinya paling rendah
yaitu 7%. Sedangkan total dari penyebab kesalahan yaitu 17 (49%) siswa yang di
pengaruhi oleh bahasa ibu atau bahasa Indonesia dan 18 (51%) siswa yang di
pengaruhi oleh bahasa targetnya atau bahasa keduanya. Jadi dapat di simpulkan
bahwa kesalahan yang terjadi di dalam kalimat yang di hasilkan oleh siswa yakni
karena kurang memahami tentang tata bahasa.