Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh
risiko bisnis dan struktur aktiva terhadap struktur modal dengan profitabilitas
sebagai variabel intervening pada perusahaan pertambangan di BEI periode 2015-2019. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah perusahaan pertambangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 49 perusahaan. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling diperoleh sampel
sebanyak 3 perusahaan. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis regresi
linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko bisnis tidak
berpengaruh signifikan terhadap struktur modal karena nilai thitung lebih kecil dari
ttabel (-0,847 < 1,79588) dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,415 > 0,05).
Struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal karena nilai thitung
lebih besar dari ttabel (3,539 > 1,79588) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05
(0,005 < 0,05). Risiko bisnis tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas
karena nilai thitung lebih kecil dari ttabel (0,722 < 1,78229) dan nilai signifikansi
lebih besar dari 0,05 (0,484 > 0,05). Struktur aktiva berpengaruh signifikan
terhadap profitabilitas karena nilai thitung lebih besar dari ttabel (-2,919 > 1,78229)
dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,013 < 0,05). Profitabilitas tidak
berpengaruh signifikan terhadap struktur modal karena nilai thitung lebih kecil dari
ttabel (-0,062 < 1,79588) dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,952 > 0,05).
Berdasarkan hasil uji Path Analysis menunjukkan profitabilitas tidak dapat
memediasi pengaruh risiko bisnis terhadap struktur modal karena nilai pengaruh
langsung lebih besar dari nilai pengaruh tidak langsung (-0,155 > -0,002).
Berdasarkan hasil uji Path Analysis menunjukkan profitabilitas tidak dapat
memediasi pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal karena nilai pengaruh
langsung lebih besar dari nilai pengaruh tidak langsung (0,830 > 0,009).