Abstract :
Perusahaan dari sudut pandang ekonomi adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara menyiapkan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian persediaan. Perusahaan Efek adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dari BAPEPAM & LK untuk dapat melakukan kegiatan sebagai penjamin emisi efek, perantara perdagangan efek, atau manajer investasi atau kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BAPEPAM & LK. Perataan laba (income smoothig) didefinisikan sebagai tindakan yang di sengaja dilakukan manajer untuk mengurangi fluktuasi perubahan laba dengan menggunakan metode akuntansi tertentu.
Alasan perataan laba yang dilakukan oleh manajemen yaitu: sebagai rekayasa untuk mengurangi laba dan menaikkan biaya pada periode berjalan yang dapat mengurangi utang pajak, dapat meningkatkan kepercayaan investor karena kesetabilan pengahasilan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh return on equity (ROE), return on asset (ROA) dan LEVERAGE terhadap perataan laba. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 12 perusahaan. Metode penentuan sampel yang dilakukan dengan metode sampel jenuh, maka jumlah sampel adalah 9 sampel yang menerbitkan laporan keuangannya selama periode penelitian 2011-2015. Data penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari www.idx.com tahun 2011-2015. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 20.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return on equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba secara parsial, dan return on asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap perataan laba secara parsial, sedangkan debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap perataan laba secara parsial. Namun return on equity (ROE), return on asset (ROA) dan debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap perataan laba secara simultan.