Abstract :
Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu upaya untuk
membantu individu menghindari memulai atau mencoba menyalahgunakan
narkoba, dengan menjalani cara dan gaya hidup sehat, serta mengubah kondisi
kehidupan yang membuat individu mudah terjangkit penyalahgunaan napza.
Sekolah merupakan salah satu tempat yang dapat terjadinya peredaran napza.
Penyalahgunaan napza pada siswa terjadi diakibatkan beberapa faktor seperti
faktor eksternal, faktor internal dan zat kandungannya. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap siswa dengan
tindakan pencegahan penyalahgunaan napza di SMA Negeri 1Aek Kuasan.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunaka desain penelitian
cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1
Aek Kuasan yang berjumlah 561 siswa, sampel diambel dengan menggunakan
metode cluster random sampling dimana sampel berjumlah 112 siswa. Data
diperoleh dengan membagikan kuesioner dan diisi langsung oleh siswa. Analisis
data dilakukuan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji
Chi-Square.Hasil penelitian menunjukan Pengetahuan siswa tentang Pencegahan
Penyalahgunaan NAPZA baik (94,6%). Sikap siswa tentang Pencegahan
Penyalahgunaan NAPZA positif (51,8%). Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA
pada siswa baik (70,5%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak
ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa dengan tindakan
pencegahan penyalahgunaan napza (p=0,335). Dan terdapat hubungan signifikan
antara sikap siswa dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan napza (p=0,000).
Sehubungan dengan penelitian tersebut, penulis mengharapkan kepada Pihak
Sekolah agar memperhatikan upaya sarana atau prasarana untuk memberantas
NAPZA.