Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Lathif, Muhammad Tajuddin
Subject
2X4 FIQH
Datestamp
2020-12-25 13:50:48
Abstract :
Arah Kiblat merupakan mengahadap kesatu arah yakni arah jarak yang
terdekat dengan Ka?bah di Mekkah dan setiap muslim yang hendak mengerjakan
shalat baik fardhu maupun sunnah wajib hukumnya menghadap ke arah tersebut.
Mengenai pembahasan menghadap kiblat di tengah-tengah masyarakat masih
banyak yang berasumsi bahwa arah kiblat merupakan menghadap kearah matahari
terbenam atau kearah Barat. Kita ketahui bahwa posisi matahari tenggelam kerap
sekali berganti-ganti arah dalam satu tahun. Patokan utama dalam menentukan arah
Kiblat adalah dengan mengetahui Utara Sejati (True North) melalui aplikasi dan
bantuan kompas. Di Kelurahan Harjosari I dan Sitirejo III Kecataman Medan
Amplas terdapat beberapa masjid akan tetapi yang menjadi tempat penelitian
peneliti adalah masjid Al-Huda dan Masjid Rohaniah. Arah kiblat pada kedua
masjid ini pada dasarnya belum akurasi sehingga menimbulkan keraguan dalam
melaksankan ibadah seperti shalat. Oleh sebab itu, hal ini menimbulkan beberapa
pertanyaan seperti: Bagaimana koreksi maghnet Kompas terhadap akurasi True
North dalam pengukuran arah Kiblat?, Bagaimana sebenarnya akurasi arah Kiblat
Masjid Al-Huda dan Masjid Rohaniah di Kelurahan Harjosari I dan Sitirejo III,
Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan?, Bagaimana urgensi koreksi maghnet
Kompas terhadap akurasi True North dalam pengukuran arah Kiblat di Masjid AlHuda dan Masjid Rohaniah di Kelurahan Harjosari I Dan Sitirejo III, Kecamatan
Medan Amplas, Kota Medan?. Untuk memperoleh jawaban itu, studi ini diarahkan
kepada metode penelitian empiris yang mana dalam metode ini penilitian yang
dilakukan langsumg terjun ke masjid Al-Huda dan masjid Rohaniah itu sendiri.
Sedangkan jenis penelitiannya sendiri adalah penelitian lapangan (field research).
Studi ini ditelusuri dalam sumber data primer dan sekunder yakni data yang
diperoleh secara langsung dari obyek penelitian dan beberapa dokumen-dokumen
yang ada berkaitan dengan pengakurasian arah Kiblat. Berdasarkan analisis dari
data tersebut ditemukan bahwa pengkoreksian Utara Maghentis dan Utara Sejati
(True North) dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi kalkulator maghnetis
yang dikelola oleh NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration)
dibantu dengan kompas. Data yang diperoleh dari analisis tersebut untuk arah kiblat
masjid Al-Huda dan Masjid Rohaniah terdapat kesalahan arah 7° dan 22° yang
mana ini menunjukkan bukan kearah kiblat melainkan kedaerah Afrika. Hal ini
tentu saja mengakibatkan kesenjangan antara teori maupun di lapangan. Maka dapat
disimpulkan bahwa keurgensian dalam pengkoreksian akurasi arah kiblat sangat
penting mengingat ketika melaksanakan ibadah seperti shalat harus menghadap
kiblat.