Abstract :
Mentoring merupakan sebuah proses interaksi yang didalamnya terdapat
transfer knowledge antara seorang mentor dengan satu atau beberapa mentee yang
dilandasi atas dasar kepercayaan, saling menghargai, dan mengasihi. Mentor
bertugas memberikan dukungan, dorongan, bimbingan dan semangat yang
bertujuan untuk membentuk pertumbuhan, perkembangan, kompetensi dan
karakter mentee ke arah yang positif. Sementara kepribadian adalah suatu totalitas
psikhophisis yang kompleks dari individu, sehingga tampak didalam
tingkahlakunya yang unik. Aspek kepribadian meliputi emosi, sikap, intelektual,
motivasi dan lain sebagainya. Yang menjadi permasalahan yaitu kepribadian
remaja cenderung berubah-ubah dan tidak konstan. Untuk itu diperlukan satu
metode yang mampu menjadi mediator dalam proses pembentukan diri para
mahasiswa/i, hal inilah yang kemudian membuat penulis tertarik melakukan
penelitian tentang mentoring. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui
proses pelaksanaan mentoring, metode, kendala dan hasil atau output yang didapat
selama proses mentoring berlangsung dalam pembentukan kepribadian
mahasiswa/i pada Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Izzah UIN Sumatera
Utara. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan jenis
penelitan kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara,
observasi, dan dokumentasi yang diperoleh langsung dari sasaran penelitian
maupun catatan dari sumber yang terkait dengan penelitian. Melihat dari hasil
wawancara dan observasi yang dapat, pelaksanaan mentoring yang di laksanakan
oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN SU biasanya terdiri dari 3-12 orang
dalam satu kelompok, dilaksanakan setiap satu pekan sekali, dengan cara bertahap,
diantaranya yaitu pembukaan, ice breaking, materi, diskusi dan kesimpulan,
evaluasi dan penutupan. Metode dalam mentoring juga dikemas dengan menarik
seperti ceramah, diskusi, permainan peran (role play), studi kasus, pengajuan
pertanyaan, penugasan, permainan (games), nonton VCD, rihlah dan riyadhoh. Hasil yang didapat selama proses pelaksanaan mentoring yaitu adanya perubahan
kepribadian yang lebih positif dari mahasiwa/i, mempererat kedekatan antar
sesama mahasiswa/i dan membuat para mahasiwa/i lebih mengenal Allah,
Rasulullah dan agama-Nya, dengan menyentuh beberapa aspek yang saling
mempengaruhi, diantaranya yaitu aspek psikologi, aspek sosial, aspek spiritual dan
aspek edukasi.