Abstract :
Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator keberhasilan pembangunan
dalam suatu perekonomian. Secara umum teori pertumbuhan ekonomi terbagi
menjadi dua kelompok yaitu pertumbuhan ekonomi klasik dan pertumbuhan
ekonomi modern. Pertumbuhan ekonomi adalah upaya dalam meningkatkan
kapasitas produksi untuk mencapai penambahan output dengan mengukur
menggunakan PDB (Produk Deomestik Bruto) ataupun dengan PDRB (Produk
Domestik Regional Bruto). Dalam meningkatkan pertumbuhana ekonomi
masyarakat melakukan peningkatan dalam perekonomian rumah tangga guna
kelangsungan hidup, dengan melakukan pekerjaan di luar negeri masyrakat yakin
akan meningkan perekonomian. Banyaknya tenaga kerja Indonesia di luar negeri
dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui remitansi yang dilakukan oleh
TKI tersebut. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh jumlah TKI dan remitansi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera
Utara. Metode penelitan ini kuantitatif. Adapun analisis yang digunakan dalam
peneitian ini adalah regresi linier berganda dengan bantuan software EViews8.
Berdasarkan hasil penelitian Jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang dapat diperoleh
nilai koefisien sebesar 8.450006 dan nilai probabilitas sebesar 0.00000 lebih kecil
dari taraf signifikan 5% (0.05) artinya jumlah TKI Sumatera Utara tidak berpegaruh
terhadapa pertumbuhan ekonomi, Penyebab tidak berpengaruhnya jumlah Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) terhadap pertumbuhan ekonomi ada beberapa alasan, yang
pertama kurang memiliki kelihaya dalam dunia kerja yang menyebabkan TKI
tidak menduduki pekerjaan yang layak dikarenakan keterbatasan keahlian dalam
dunia kerja. Remitansi yang dapat diperoleh dari nilai koefisien sebesar 0.003947
dan nilai probabilitas sebesar 0.0000 lebih kecil dari taraf singnifikansi 5% (0.05)
menjelaskan setiap Remitansi berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Sumater Utara dikarenakan berkontribusi terhadap peningkatan devisa.