Abstract :
Kebahagiaan merupakan suatu hal yang dicari dan didambakan
manusia dalam kehidupanya karena manusia tidak pernah merasa lelah untuk
mencapainya. Berdasarkan fenomena tersebut fokus penelitian ini terkait
tentang bagaimana manusia memahami makna kebahagiaan khususnya
menurut Hamka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library
research) dengan menggunakan berbagai pendekatan, diantaranya
pendekatan tasawuf, normatif, filsafat, sejarah, sosial dan hermeneutika.
Untuk mendapatkan dan menggolah jawaban dari permasalahan yang
dikemukakan. Hamka membangun pemikiranya dengan mengkolaborasikan
berbagai pendekatan di atas dengan mengutamakan pendekatan nash.
Kebahagiaan menurut Hamka adalah kehidupan yang dapat merasakan
kesenangan dan ketenangan hidup. Untuk itu, ia membagi kebahagiaan
menjadi dua, yaitu kebahagiaan secara jasmaniah dan kebahagiaan secara
rohaniah. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai
kebahagiaan adalah dengan tekun beragama, menanamkan ajaran agama
Islam dalam kehidupan, menjaga akal dan hati, membangun sikap zuhud,
membangun nilai qanaah, berani melawan hawa nafsu, beramal saleh, dan
bersikap khauf dan raja?. Nilai yang dicapai dari langkah-langkah yang
dilakukan untuk mencapai kebahagiaan diatas adalah selalu bertawakkal
kepada Allah, bersikap ikhlas, berakhlak mulia, selalu bersyukur, pemaaf,
dan jauh dari buruk sangka. Hal inilah yang menjadi dasar konstruksi
pemikiran Hamka dalam membangun makna dan nilai kebahagiaan dalam
tasawuf modernnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membangun nilainilai tasawuf dalam kehidupan. Tercapainya nilai perbuatan yang baik dan
benar karena adanya bimbingan wahyu dan akal untuk menemukan hakikat
jati diri manusia.